JIWA ORANG BISNES
Orang berjiwa bisnes memang lain macam kebolehannya mengawal emosinya.
Apabila dia ditinggal pekerja harapannya, dia tenang. Diburuk-burukkan oleh bekas pekerjanya, dia tenang.
Duit bisnesnya dicuri oleh pekerja kepercayaannya, dia tenang.
Ditinggal partnernya, dia tenang. Difitnah oleh bekas partnernya, dia tenang.
Ditinggal pelanggan besarnya, dia tenang. Dikejar bank, dia tenang.
Ditipu pembekalnya ribu riban ringgit, dia tenang. Dibatalkan kontraknya, dia tenang.
Macam mana berat pun problem yang ditanggungnya, orang lain tengok dia macam tak ada problem. Dia tetap buat muka tenang.
Kepada orang berjiwa bisnes, itu semua adalah the cost of doing business.
Hanya orang yang menjalankan bisnes sahaja akan mengalami problem-problem macam itu.
Orang makan gaji tidak mengalaminya. Ia bukan problem orang makan gaji. Problem orang makan gaji, lain.
Jika kita tak sanggup mengambil kos-kos itu, tak payah buat bisnes.
Jika kita ditimpa problem macam itu, dan kita menjadi orang yang bising-bising, mengadu di sana, mengadu di sini, kutuk orang itu, kutuk orang ini, melepaskan emosi dalam media sosial... itu bermakna jiwa bisnes kita tidak kuat. Jiwa kita masih jiwa orang biasa, bukan jiwa orang bisnes.
.